Nasionalisme Indonesia

Berbicara tentang kata “nasionalisme”, rasanya hal pertama yang teringat adalah pelajaran kewarganegaraan, yang isinya mengenai teori-teori tentang nasionalisme terutama nasionalisme akan negara kita yaitu Indonesia..

Tadi sore, saya menonton berita mengenai kehidupan para mahasiswa di luar negeri yang belajar mengenai kebudayaan Indonesia, tidak hanya kesenian namun mereka juga fasih berbahasa Indonesia.. sangat mengagumkan..

Lalu,sejenak saya membandingkan mereka dengan diri saya.. Para Mahasiswa bule itu sangat bersemangat memainkan gamelan, gong dan alat kesenian tradisional kita, padahal saya sendiri, bermain gamelan pun tidak bisa..

Saya terdiam, kemudian berpikir.. apakah saya sudah mengimplementasikan rasa nasionalisme saya? bukan sebatas hanya mengerti belajar teori saja..

Terkadang saya sangat iri melihat salah satu teman kita yang berjuang di negeri orang dalam rangka membawa nama Indonesia atau menjadi delegasi mewakili Indonesia dalam suatu ajang tertentu yang memang tidak semua dari kita punya kesempatan untuk hal itu.. Bagi kalian yang pernah atau malah sering mendapatkan pengalaman seperti itu, Saya turut berbangga atas kalian..

Saya ingat sewaktu saya mendapatkan amanah untuk menjadi delegasi IPB untuk mengikuti IYSECC “International Youth Summit and Energy Climate Change” di Shanghai,China pada tahun 2010 tepatnya 11-15 Juli 2010. Suatu pengalaman yang sangat berharga namun merupakan dilemma yang sangat-sangat berat karena itu bertepatan dengan seminggu sebelum hari-H program kerja acara himpunan yang saya pegang yaitu HACCP VIII.

Banyak sekali pelajaran, pengalaman, relasi dan juga kebudayaan baru yang saya dapat disini.. Rasanya dada ini membuncah ketika pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Shanghai.

Bertemu dengan komunitas mahasiswa disana, ternyata pesertanya lintas negara dari Amerika,Belgia sampai china. Namun,mereka sangat fasih berbahasa Inggris. Padahal setahu saya orang China yang berlogat mandarin, logat Bahasa Inggrisnya juga akan terdengar aneh pengucapannya. Namun, ternyata dugaanku salah. Mereka jauh-jauh lebih baik pronounciationnya.

Hal yang paling berkesan adalah ketika Culture Night disana, saya membawakan tarian betawi, lengkap dengan kostum encim yang saya pakai.. Saya menari dihadapan seluruh peserta dan juga para petinggi-petinggi NGO dan Industri di China yang tergabung dalam acara itu.. Setelah saya menari, semuanya memberikan Standing Applause terhadap saya.. dalam hati, rasanya ingin menangis, karena bangga..

Selanjutnya teman saya yang memaparkan presentasi mengenai kebudayaan Indonesia dan juga IAAS tentunya.. Saya nyaris menitikkan air mata, karena kami adalah orang biasa namun mempunyai tanggung jawab luar biasa dalam membawa nama Indonesia..

Moment-moment seperti inilah yang menguji nasionalisme kita.. Jika kita berada di negeri orang, dan negeri orang tersebut “lebih” di berbagai hal dibanding negara kita, Mana yang harus kita banggakan?

satu pertanyaan yang paling mendasar..

“Apakah kalian bangga menjadi warga negara Indonesia?”

Saya bangga menjadi warga Indonesia, karena ada satu sifat yang menjadi ciri khas negeri kita ini dan tidak dimiliki oleh negara lain.. yaitu “kerendahan hati”

“Indonesia is biodiverse Country”

lengkap dengan aneka kebudayaan, keanekaragaman hayati dan juga keramahan warga negaranya..

Jangan pernah melihat ke belakang, lihatlah ke depan dan apa yang bisa kita lakukan untuk Indonesia sekecil apapun itu..

DO MORE, DO MORE, DO MORE FOR INDONESIA..

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s