Storytelling Marketing

Cara melakukan presentasi dan komunikasi penting dalam dunia bisnis dan pemasaran. Seringkali penyampaian ide sangat mempengaruhi hasil akhir dari suatu kegiatan bisnis. Metode yang sering dilakukan adalah melalui storytelling.

apa sih storytelling itu?

Well,Sejak kecil kita sering mendengar hal ini mulai dari mendengarkan dongeng di sekolah, cerita drama di radio, dan banyak hal lainnya. Hasilnya banyak cerita yang kita ingat sampai saat ini bukan?

Inilah kekuatan dari storytelling. Bila terbukti di dunia sosial, metode ini tentu dapat diadaptasi di dunia bisnis.Ada baiknya para pebisnis dan pemasar tidak terlalu mengandalkan presentasi power point dan mulai mengadaptasi metode story telling. Apa yang harus diperhatikan di metode ini?

Cerita yang baik cenderung meninggalkan kesan yang mendalam. Ketika informasi dan fakta dirangkai menjadi satu cerita yang baik, cerita yang baik tidak hanya menarik perhatian para pendengarnya tetapi juga membantu mereka untuk mengingat informasi-informasi penting.

Cerita yang baik akan menyebar dengan baik. Bila cerita tersebut diingat dengan baik, pendengar akan kembali menceritakannya kepada orang lain. Cerita yang baik akan memicu word of mouth. Hal ini juga berlaku tidak hanya ketika berhubungan dengan konsumen, tetapi juga dengan pihak lain seperti calon investor. Dengan cerita yang baik, calon investor dapat memberi kesan yang baik pada partnernya dan akan mempengaruhi pengambilan keputusan.

Cerita yang baik dapat membeli pembelajaran dan memberi inspirasi pada orang lain. Mungkin hal ini banyak ketika temukan dalam kehidupan sehari-hari baik mendengar secara langsung atau melihatnya dalam film. Ada banyak sekali contoh orang yang tergerak hatinya dan melakukan sesuatu segera setelah mendengarkan cerita tertentu.

Dari bbrp sumber yg saya baca,

Saat membangun sebuah “brand story”, ada beberapa words of advice:

1. If your story tidak mengungkapkan sesuatu yg personal dan unknown tentang brand itu, it’s going to be boring.

2. If your story tdk menimbulkan suatu emotion – whether it be fear, desire, anger, or happiness – it will not move people to action.

3. And if your story tdk membawa orang dalam suatu journey dmn ada suatu transformation di beginning, middle, & end, it’s not a story. 🙂

Well,sekian blogshare ttg storytelling marketing..🙂
(Saya masih newbie ko belajar marketing.. Hahaha)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s