Sehari Mengajar, Selamanya Menginspirasi (Part 2)

Hari ini, Rabu, 11 September 2013 bisa jadi menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa ini, well, at least bagi saya pribadi.🙂

Ratusan profesional dalam berbagai bidang serentak di tiga kota (Bogor, Tangerang dan Bekasi) meluangkan satu harinya untuk mengambil cuti dari pekerjaannya dan berbagi inspirasi lewat profesi mereka masing-masing..

Akhirnya hari inspirasi itu tiba. Saya bangun pagi-pagi sekali, mandi, dandan, menyiapkan bahan-bahan dan alat peraga untuk saya mengajar, serta kumpulan buku-buku yang rencananya secara sukarela diberikan kepada pihak sekolah nanti. Tidak lupa juga membeli hadiah games, *uupps. Kalau mereka tidak suka dengan kelas yang saya ajar, setidaknya mereka memaafkan saya setelah saya beri hadiah, hehehe.

Jam 6, saya sudah tiba di SDN Empang 01, dan segera menuju perpustakaan sekolah tempat para relawan melakukan briefing terakhir sebelum kegiatan dimulai. Gawatnya, ternyata jam briefing molor menjadi pukul 6.30 karena salah satu relawan ada yang datang telat dengan alasan mengantar anak-anak sekolah (yah, yowes deh..)

Briefing terakhir dipimpin oleh saya dengan agenda membahas teknis acara dan mengingatkan kembali rundown serta rolling class antar pengajar agar tidak ada miskoordinasi lagi. Setelah briefing beres, Kami segera mobilisasi ke lapangan upacara dibantu dengan para guru yang mengumpulkan setiap anak murid kelasnya untuk berbaris di lapangan.

image

Sekolah tersebut terdiri atas dua bangunan 1 lantai berbentuk ‘L’ dengan halaman kecil yang hanya cukup untuk melaksanakan upacara bendera. Aku yakin bahwa bangunan tersebut sudah tua dan telah melahirkan ribuan lulusan. Namun, para guru dan murid merawat sekolah tersebut dengan sangat baik. Tak ada sampah yang berserakan. Dan ternyata SD Empang ini merupakan Komplek SD yang terdiri dari SD Empang 1 hingga 5. Dan pada siangnya, ruang kelas ini diganti untuk kelas anak SMP.. super sekali🙂

wpid-DSC_0331.jpeg

Beruntung saya memiliki kesempatan untuk menyaksikan sendiri bagaimana ‘mimpi-mimpi yang hidup’ ini membangkitkan mimpi adik-adik di SDN Empang 01 Bogor ini. Dan ‘mimpi-mimpi yang hidup’ ini adalah Kami bertujuh yang mempunyai profesi dan latar belakang berbeda dan Mas wisnu sebagai photographer yang mengabadikan tiap momen bersejarah ini.

image

Setiap pengajar dari Kelas Inspirasi mendapat jatah mengajar 3-4 kelas. Aku mendapat 4 kelas yaitu kelas 3,5,6 dan terakhir kelas 1 sejak pukul 07.10 pagi sampai pukul 12.00 siang.

Bagaimana rasanya jadi guru sehari? Berikut ceritanya..

image

Pertama, setelah saya memimpin upacara dan memperkenalkan para teman relawan di setiap kelas. Dan terakhir.. jeng jeng.. saya memperkenalkan diri di depan murid-murid kelas 3. Spontan mereka tepuk tangan dan teriak kegirangan “horee, sama ibu guru cantiik!” *upps saya nge-blank sejenak. Lalu saya mengarahkan mereka ke ruang kelasnya sambil membawa alat-alat peraga untuk saya mengajar di kelas. Pertama-tama saya menyapa salam lalu membuka kelas pagi ini dengan jargon dan yel-yel semangat alat chibi chibi whoosh agar mendapat perhatian mereka, lalu saya berkenalan dan mengabsen setiap anak murid kelas 3 ini. Karena kerjaan saya cukup sulit dimengerti oleh anak-anak SD, jadi saya bercerita menggunakan cerita bergambar dan meminta mereka menebak apa pekerjaan saya. Saya bercerita mengenai asal mula pengolahan susu hingga menjadi produk susu yang biasa dikonsumsi oleh mereka.

image

Baru setelah bercerita, saya main tebak-tebakan seperti “apa bedanya susu cair dan susu bubuk?” “gambar sapi mana yang memproduksi susu?” “kenapa kita setiap hari diharuskan minum susu?” “pekerjaan ibu apa anak-anak?” dsb

Sewaktu itu saya hanya menyiapkan 2 buah games, yang pertama ialah menjodohkan gambar makanan dan sumbernya, satu lagi ialah tebak gambar. Ternyata anak kelas 3 ini belum belajar detail mengenai makanan 4 sehat 5 sempurna. (oke fine..) walhasil saya ajak tebak gambar dan berbincang seputar cita-cita mereka. Mereka mulai antusias dengan bercerita seputar cita-cita mereka, sebagian anak-anak murid mulai berisik dan memperagakan cita-cita mereka, tapi ada juga yang pasif. Oleh karena itu saya akali dengan meminta murid yang berisik tadi untuk maju ke depan dan meminta mereka bercerita di depan kelas mengenai cita-cita mereka.

image

Dengan sistem reward dan punishment, anak-anak ini mulai bisa diarahkan. Dengan semangat anak-anak ini mulai bercerita mengenai cita-citanya.. ada yang ingin menjadi pemain sepakbola, polisi, guru, bahkan ada yang ingin menjadi ustadzah.. Subhanallah🙂

Pada 10 menit terakhir, tiba-tiba saya ngeblank udah gatau harus mengajar apalagi.. So, saya mulai memancing kesenangan yang mereka biasa lakukan dan apa yang murid-murid ini suka sebagai closing sesi pertama. Dan ternyata mereka mau joget Caesar.. OMG, apaan tuh joget Caesar? Kan ga lucu kalo gurunya gatau dan disuruh contohin.. So, saya minta mereka satu kelas untuk joget Caesar bersama.. seru bangeet!

Kedua, aku mendapat kelas 5. Metode yang kugunakan tak jauh berbeda dengan kelas sebelumnya, hanya saja model penyampaian pekerjaanku yang sedikit dimodifikasi. Di kelas ini (menurut teman relawan sebelumku), kelasnya super duper berisik, bandel bandel dan ga bisa diam. Yang cowo-cowonya main dorong-dorongan,dsb.

Akhirnya saya putuskan untuk memanggil ketua kelasnya untuk memimpin doa bersama dan tepuk diam agar materi tersampaikan dengan baik. Anak anak kelas ini sangat cerdas, karena pengetahuan umum mereka sudah cukup tinggi. Hingga saya bisa menjelaskan proses pengolahan dari skala pabrik hingga terdistribusi sampai konsumen. Mereka cukup antusias dengan pertanyaan-pertanyaan kritis seputar bagaimana detail proses pengolahan, sampai varian-varian rasa dari produk susu yang ada di pasaran. Karena mereka cukup paham dengan pengetahuan bahan pangan, saya uji dengan memberikan games kelompok seputar pangan dengan menjodohkan antara jenis makanan dan sumbernya. Ini diaaa permainannya..

wpid-DSC_0251.jpeg

wpid-DSC_0255-1.jpeg

Berikut ini kelompok yang menang *keep smile ala Caesar*:

wpid-KI-3.jpg

Sesi terakhir, mereka request juga mau goyang Caesar looh.. ckckckck.
karena kebetulan kelas yang sebelumnya aku ajar berdekatan dengan kelas 5 ini, jadi mereka mendengar bahwa di kelas sebelumnya saya berjoget Caesar bareng sama adik-adik kelasnya.
(teteeep,gamau kalah eksis sama adik kelasnya) yang paling pol goyangannya justru ketua kelasnya sendiri loooh.. namanya bagas🙂

Ketiga. Saya mengajar di Kelas 6. Sesuatu banget kalau dapat kesempatan mengajar di kelas 6, kenapa? Karena mayoritas siswa-siswanya sudah cukup dewasa dan anteng kalau diajar. Well, ternyata itu benaaar🙂

Di kelas ini saya bisa cerita dan sharing banyak hal dengan mereka mengenai dunia teknologi pangan, industri pangan, bagaimana cara membuat produk Susu dengan varian berbeda,dsb. Lalu saya buat games menggambar, dengan tema “Andai saya jadi seorang RnD Produk, Kalian mau buat apa?” Kemudian mereka inisiatif mengeluarkan kertas lembar dan langsung membuat sketsa produk yang ingin mereka buat. Ada yang membuat susu RTD, Wafer, Ice Cream, Sosis,dsb. Berikut ini hasil karya mereka :

KI 25

Sesi terakhir di kelas ini adalah, 3 gambar terbaik diminta maju ke depan dan menceritakan mengenai produk yang mereka buat. Serta sharing motivasi mengenai cita-cita bersama. Karena ada wali kelasnya juga. Jadinya kita bisa foto rame-rame deh🙂

KI 24

Semoga suatu saat saya bisa bertemu mereka lagi dan semuanya sudah menjadi orang sukses.. Amiin..

Dan di sesi terakhir, jeng jeng.. Dapat jackpot untuk mengajar kelas 1 SD dengan suasana kelas yang sejam lagi akan beres.. Pas datang ke kelasnya, Mba litia.. teman relawanku memperkenalkan diriku sebagai ibu guru setelah dia. Dan saya dikenalkan juga dengan Galang “Si Pak Polisi” karena galang ini adalah “preman” di kelas ini yang suka bikin nangis teman-temannya. Waduu.. Tapi sekilas dilihat ketika salam, dia sangat manis, perawakannya kecil, agak hitam,kepalanya botak. Lucuu banget kalo lagi ketawa.. Cuma.. ya dia ga bisa diem aja anaknya.. hehehehe.

KI 14

Untuk para siswa kelas 1 SD disini, setiap jeda pelajaran, diberi waktu istirahat selama 15 menit. Jadi, pada saat itu saya mampir ke kelas mereka, mereka sedang minum dan makan jajanannya mereka.. kemudian ada salah satu bocah yang menghampiri saya untuk menawari saya makan mie goreng: “ibu mau ga? Enak looh” kemudian saya jawab : “iyaa, maau.. disuapin sama kamu yaa..” lucunya dia benar benar langsung menyuapi saya mie gorengnya..

Sesi di kelas dimulai, saya menyapa dengan suara ceria dan gembira “Selamat siang anak-anakku! :)” kemudian ketua kelasnya bersiap dan memimpin salam. Setelah itu, masing-masing anak saya minta maju dan berkenalan dengan salim kepada saya.

Melihat muka-muka polos dan lugu mereka dengan perawakan tubuh yang mungil menggemaskan, jadi kebayang.. nanti kalau punya anak kaya apa ya anakku? Pasti lucu, manis dan gembul.. hehehe. (Semoga suami gw nanti kece.. amiin :p). Yang paling menarik adalah pada saat saya mengajar di kelas ini, karena saya memposisikan diri saya sebagai ibu mereka. Semua murid-murid saya panggil sayang🙂

Tema pengajaran kali ini adalah menggambar, jadi setiap anak boleh menggambar apa saja terkait susu. Ada yang menggambar sapi, ada juga yang menggambar produk susu. Namun kocaknya juga, ada yang bahkan tidak bisa menulis namanya sendiri. Jadi dalam proses menggambar, dia juga harus dibantu. Satu hal penting yang saya dapatkan disini. Jadi, pada saat saya mengomentari hasil gambar para murid ini, ada anak pertama yang saya bilang “wah,bagusnyaa” dan anak kedua ini  saya bilang “sudah oke gambarnya sayang :)” Ternyata,anak kedua ini salah persepsi.. dia mengira bahwa komentar oke dan bagus itu berbeda.. jadi otomatis dia mengira anak pertama gambarnya lebih bagus daripada dia, padahal sebenarnya sama-sama bagus. Lalu, anak kedua ini segera balik ke mejanya dan memperbaiki segera gambarnya. Setelah itu anak kedua ini menghampiri lagi dan saya komentar hal yang sama “wah, bagusnyaa”.. Baru anak ini tersenyum lepas dan balik lagi ke meja sambil loncat-loncat..

Saya menyadari bahwa jadi Ibu itu perjuangannya tiada akhir :’) apalagi dalam mendidik dan membesarkan anak.. Jangan sampai omongan dan ajaran kita terhadapnya diterima dengan persepsi berbeda Karena kita adalah role model anak-anak kita nanti🙂

wpid-A+20.jpegKamilia

Ada salah satu anak kecil perempuan, namanya kamilia.. lucu banget deh, kalau dipanggil maunya “lia” dengan suara manjanya. dia dari awal saya mengajar sering sekali menghampiri saya untuk sekedar menyapa, terus tiba-tiba minta digendong.. super banget manjanya..
ini juga jadi cerita lucu yang saya share ke para relawan.. menurut salah satu rekan relawan saya yang berasal dari jurusan psikologi.. tingkah anak seperti itu karena ingin mencari perhatian atau si anak ini merasa bahwa kalo ngelihat cindy seperti ibunya.. jadinya manja..
(hmm, berarti saya udah cocok jadi ibu-ibu kali ya? ;p)

Sesi closing di kelas 1, diakhiri dengan pembuatan pohon inspirasi. Masing-masing siswa menempelkan post it berisi nama dan cita-cita mereka dengan harapan mereka akan terus mengingat cita-cita mereka dan suatu saat buah cita-cita mereka itu akan diraih dengan baik🙂

KI 12

KI 18

Keseluruhan sesi mengajar ini benar-benar pengalaman yang tak akan terlupakan untuk kita semua.

Sesi keseluruhan ditutup dengan menembakkan confetti oleh para relawan dan guru ke arah para siswa. sebelumnya dari seluruh siswa, saya panggil perwakilan siswa untuk menceritakan kesan pesan selama bersama para bapak dan ibu guru mereka. Kemudian berdasarkan aba-aba dari saya kepada Kepala sekolah, para guru, para relawan. Penembakkan confetti dilakukan bersamaan dengan jargon Kelas Inspirasi: “Bangun Mimpi Anak Indonesiaaa..” Teriakan sukacita dan tepuk tangan mengiringi kemeriahan pita confetti yang ditembakkan.

KI 11

KI 10

Ternyata jadi guru itu tidak mudah, maka hari saat itu hatiku memohon maaf pada belasan guru yang mungkin kesal akan kelakukanku saat kau SD, SMP, SMU bahkan ketika di bangku kuliah.

Bersyukur atas Kesempatan yang diberikan..

Bisa mengajar sehari.. dan semoga bisa menginspirasi seumur hidup🙂

KI 22

KI 20

KI 9

KI 16

“mendidik adalah tugas orang-orang terdidik,, bangsa ini dibangun dari semangat iuran, iuran harta, iuran tenaga, iuran pikiran, bahkan iuran nyawa, dan iuran ini sifatnya sukarela, volunterism,, maka mari kita kembangkan terus semangat volunterism ini – Anies Baswedan”

4 comments

  1. Hii, saya alwi alumnus SD Negeri empang 1 angkatan tahun 1988, saya berterima kasih karena anda mau menjadi penerus para guru pendahulu yang dulu menjadi guru pada saat saya sekolah di SD Empang 1, selamat berjuang mendidik generasi penerus bangsa, semoga niat dan pengabdian mu di berkahi Allah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s