1502 (Part 1)

Save the Date!

Setiap tanggal 15 menuju tanggal 15 nanti, saya akan posting seputar wedding preparation.. deg-degan sendiri pas menulis ini, karena ga kerasa akan tiba saat ini juga..

keputusan saya untuk menikah cukup lama sampai akhirnya saya yakin dengan mr.sibuk ini setelah kurang lebih mengenal lebih dekat dirinya dan keluarganya selama hampir setahun ke belakang..

Awalnya saya ragu, karena komunikasi yang saya jalin dengannya harus jarak jauh. sehingga kami tidak punya waktu banyak untuk mengenal satu sama lain di lokasi yang sama. Walaupun kami berdua sudah berteman dekat dari dulu, bukan berarti saya bisa mengizinkannya untuk segera melamar tanpa saya bisa sreg dengannya..(ga segampang itu kak :p)

Hubungan kedekatan jarak jauh ini cukup membuat saya pribadi galau,sedih,worry campur aduk. sebenarnya saya tidak ingin menjalin LDR lagi karena saya pernah menjalani LDR cukup lama dan ternyata makin lama makin banyak berantem dan insecurenya ketimbang happynya.😦

Namun kakak mencoba untuk meyakinkan saya dengan hubungan kami ini, beberapa bulan pertama itu merupakan waktu terberat bagi kami karena kami dilanda problem komunikasi di awal, masalah internal keluarganya ttg hubungan kami, kesibukan kami berdua, dsb. Sampai-sampai saya begah sendiri ngejalaninnya.. hingga pada satu titik terendah saya menyerah..tapi, kakak berkata lain, disaat saya sudah menyerah.. dia masih ingin tetap bersama..

Beberapa bulan kemudian, Hubungan kami semakin lama semakin membaik dan malah hampir tidak pernah berantem..🙂 hubungan kami mulai menjajaki ke tahap yang lebih serius setelah kedua keluarga kami bertemu.. Alhamdulillah, mungkin memang jika berusaha untuk sesuatu yang baik , pasti jalannya juga akan dimudahkan..

officially engaged di januari 2014, when he proposed me with his sweet surprise in romantic place ^^
kata-kata dia yang paling saya ingat adalah

him : “i want you to be my first and my last”
me : ……kenapa kamu milih aku kak?
him : “karena aku yakin kamu akan jadi istri dan calon ibu yang baik untuk anak-anakku nanti”
me : speechless..
him : (and he put the ring on it)

semakin kesini, saya semakin yakin dengan kakak.. Kesibukan wedding preparation sudah dimulai.. hectic, stress, bingung namun yang terpenting adalah persiapan mental menuju menikah..🙂

Semoga hubungan kami tetap awet dan dimudahkan hingga hari H nanti🙂

Tunggu cerita part berikutnya yaa..

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s