my maternity & pregnancy stories

Jujur, postingan ini seharusnya sudah kubuat dari awal-awal kehamilan, tapi apa daya karena kesibukan kantor dan kehidupan newly weds (cielaah) jadinya baru sempat posting cerita tentang kehamilan & “baru saja” dua minggu lalu kelahiran anak pertama kami. Sayang banget kalau postingan cerita ini ditunda, jadi saya akan bercerita start dari cerita kelahiran dulu baru dilanjutkan dengan cerita-cerita dan tips seputar kehamilan (kaya pakar kesehatan aja,wkwk)

Seputar kehamilan pertamaku, Alhamdulillah Allah sangat baik, Selama hamil saya masih aktif bekerja, tidak ada keluhan yang mengganggu sampai saya harus bed rest atau amit-amit masuk RS. Bahkan saya selama hamil bisa dibilang “sangat aktif” ya jalan-jalan terus tiap weekend, either ke rumah nyek & iyeknya, ke rumahnya eyangnya, ke mall, jajan kulineran atau ngedate sama suami, hangout sama teman-teman,maternity photo shoot, bahkan sampai babymoon ke luar negeri pokoknya everything that makes me happy🙂 hahahah, emak emak ga bisa diem ya kayaknya gw :p

Teman-teman kantor pada bilang, ko Cindy enak ya yang gendut perutnya aja, laah.. mereka gatau aja kalau sampai umur 9 bulan total berat badan saya naik 14 kg dari sebelum hamil (huaaa, dietnya bakal Pr banget nih). Bisa dibilang saya & suami cukup teratur cek dedek ke Dokter kandungan sebulan sekali, di USG dan kita akan share jika ada keluhan, namun so far masih dapat saya tangani.

Awalnya kami pertama kali mengecek ke dokter kandungan di RS Bogor Medical Center bogor, kami sebelumnya sempat kebingungan dan belum mencari referensi dokter kandungan yang bagus. Dan suamiku minta saran dari beberapa temen kantor terdekatnya dan merekomendasikan Dr.Arina di BMC karena beberapa teman kantor kami konsultasi ke dokter yang sama. Beberapa bulan konsultasi, saya mendapatkan kejadian tak terduga dimana tepat pada usia 6 bulan kehamilan saya, Ayah saya meninggal dunia. Saya sangat shock dan sempat stress karena beberapa minggu setelah sepeninggal ayah saya, istirahat saya tidak karu-karuan, makan sempat ga mood, sering melamun, nangis tanpa sebab,dll.

Serta  kondisi Ibu saya tidak memungkinkan lagi menjenguk saya & suami di bogor dan khawatir jika terjadi apa-apa dengan saya disana, Ibu saya tidak dapat menjenguk dengan segera. Maka atas permintaan ibu saya, saya pindah ke dokter kandungan yang ada di RS Siloam Kebun Jeruk. detail ceritanya ditunggu postingan cerita saya berikutnya ya🙂

Subhanallah, betapa bahagianya kami berdua selama kehamilan saya. benar-benar 9 bulan yang menakjubkan🙂 Dan saya juga sangat bersyukur punya suami yang sangat sabar dengan segala keluhan saya, caring banget, suami siaga kapanpun. i love you Galih❤

let’s start my maternity & pregnancy stories😉

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s